BANDUNG, 19 April 2026 - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Harapan 3 Delitua di kancah nasional. Dalam ajang Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 yang digelar pada 17-19 April 2026 di Hotel De Java, dua tim riset sekolah ini sukses membawa pulang medali emas dan perunggu.
Persaingan Ketat Tingkat Nasional
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society ini menjadi ajang bergengsi bagi pelajar dari seluruh Indonesia. Tingkat persaingan dalam ajang ini sangat ketat, terbukti dari antusiasme pesertanya:
- Terdapat lebih dari 700 pendaftar yang mengikuti ajang ini.
- Hanya sekitar 20-25 tim terbaik di setiap bidang yang berhasil lolos seleksi dan berhak tampil di babak final.
Di tengah persaingan ketat tersebut, SMA Harapan 3 Delitua tidak sekadar berpartisipasi. Dua tim yang dikirim justru tampil dominan dan membuktikan kualitas riset pelajar yang mampu bersaing di level nasional.


Medali Emas: Inovasi Zero Waste Fisheries
Tim pertama dari SMA Harapan 3 Delitua sukses mengamankan posisi puncak dengan meraih medali emas. Tim ini beranggotakan empat siswa tangguh, yaitu:
- Iffatul Azka Wihardinata.
- Muhammad Faeyza Afwa.
- Muhammad Fatih Yusuf Prasetyo.
- Waldan Rizqi Achmadani.
Mereka mengusung penelitian inovatif yang berjudul "Zero Waste Fisheries: Transformasi Limbah Ikan menjadi Pupuk Organik Multiform (Cair dan Padat) bagi Pertumbuhan Tanaman". Inovasi ini dinilai sangat unggul oleh para juri karena mampu menggabungkan solusi pelestarian lingkungan dengan manfaat praktis di sektor pertanian.
Medali Perunggu: Deodoran Herbal BLUNFRESH
Sementara itu, prestasi tak kalah hebat ditorehkan oleh tim kedua yang berhasil meraih medali perunggu. Tim ini terdiri dari dua siswa, yakni M. Daffa Ardiansyah dan Rafa Edgar Berutu.
Mereka mengembangkan sebuah produk bernama "BLUNFRESH: Inovasi Deodoran Herbal Berbasis Daun Bluntas (Pluchea indica) sebagai Antibakteri Alami Penyebab Bau Badan". Produk inovatif ini menawarkan alternatif alami sekaligus ramah lingkungan untuk perawatan tubuh.
Keberhasilan gemilang dari kedua tim tersebut tentu tidak lepas dari tangan dingin guru pembimbing mereka, Maulana Tri Agung, S.Pd. Beliau dinilai berperan sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan proses riset para siswa sejak tahap awal hingga berhasil menjuarai tahap kompetisi tingkat nasional tersebut.
